BCA selalu "Berikan Ceria Anda"

lady's niss
"Masa lalu, mengenal BCA"
Berbicara sebagai nasabah BCA, saya memang memiliki banyak pengalaman suka-dukanya sebagai pengguna. Seingat saya, pertama kalinya membuka tabungan tahun 2009 saat duduk kelas 2 SMA. Jadi ingat karena saat itu pertama kalinya cerpen saya terbit disebuah majalah dan honor yang dikirmkan dengan sistem transfer. Saat itu, aku bingung ingin membuka tabungan di bank mana, karena lokasi daerahku, memang cukup strategis. Sampai akhirnya, aku membuka tabungan di BCA itu pun karena dukungan dari mendiang ibunda tercinta. I love you and i miss you so much, Mom :* .
Kenapa di BCA? Mama memberikan sarannya seperti ini.:



Pertama, lokasi cabang bank terbilang sangat dekat rumah tinggal lima menit jalan kaki. Kedepannya, jika kita mempunyai keperluan, keluh kesah dan lainnya jadi lebih mudah akan akses untuk ke cabang. Walaupun sebenarnya, semakin hari saya mengetahui BCA kalau layanan pembuatan seperti halnya mengganti kartu ATM dapat dicabang mana pu. Asal dokumen yang dibawa lengkap dan sesuai identitas.

Kedua, saya suka sekali dengan segala akses pembayaran dimanapun seperti minimarket, supermarket ataupun toko-toko dipusat perbelanjaan yang saya tahu banyak menggunakan mesin EDC BCA. Apalagi, pengalam saya saat itu lagi berbelanja disebuah toko aksesoris. Ada satu buah kalung cantik dan tinggal satu-satunya. Belum lagi, ada pelanggan yang ternyata juga suka kalung itu. Dikesempatan yang sama, kita sama-sama kekurangan uang. Dikasir, aku melihat ada mesin EDC, langsung segera gerak cepat keluarin paspor BCA dan akhirnya kalung itu jadi milik aku. Lucu kalau, ingat saat itu karena pembeli yang juga kalung ituu berusaha merayu aku untuk memberikan kepadanya saja.

Ketiga nih, aku suka sekali sama desain Paspor BCA yang terukir nama aku. Desainnya saat itu bagi aku mewah dan elegan sekali. Ini adalah paspor BCA pertamaku, waktu itu aku kira punyaku hilang dan terpaksa membuat lagi. Setelah beberapa hari, akhirnya paspor ini ketemu dan sampai sekarang aku simpan.



Keempat adalah programnya yang memberiakan banyak hadiah untuk para nasabahnya.
Ini juga berkat dorongan Mama, yang bilang "Nabung aja di BCA banyak hadiah dan kerenkeren. siapa tahu, kita menang dapat mobil dan masuk tv"
Saya ingat saat itu kita juga beberapa kali menyaksikan program acara Gebyar BCA disalah satu stasiun televisi swasta, setiap hari sabtu. Acara ini selain dihadiri orang-orang penting juga dimeriahkan oleh banyak artis dan band ternama. Jadi, statement mama ini benar-benar membuat semangat saya untuk membuka tabungan tahapn BCA.


"Masa kini masih bersama BCA"

Selama kurang lebih 7 tahun saya menjadi nasabah tabungan tahapan BCA, bukan berarti saya tidak memiliki pengalaman-pengalaman yang biasa saja.

1. Sempat dikira kehilangan uamg di BCA.
Kejadian saya lupa kapan, tapi itu sudah lama. Saat itu saya sedang ingin setor uang melalui mesin setor tunai dicabang dekat rumah saya. Saat itu saya memasukan uang sejumlah Rp 1.000.000. Saat saya memasukkan, alangkah kagetnya saya ketika mesin tiba-tiba error dan kartu saya keluar dengan senidirinya. Saya panik dan cek kembali ternyata saldo saya tidak bertambah. Beruntung, di cabang ada satpam dan say menjelaskan kronologi apa yang terjadi tadi. Pak satpam begitu baik dan menyarankan saya untuk segera menghubungi call center BCA untuk menceritak peristiwa yang saya alami dan menyarankan untuk memutuskan jaringan di mesin atm yang telah menelan uang saya. Operator center BCA menanyak banyak hal, mulai dari mesin atm yang terpampang, waktu kronologis dan sebagainya. Setelah itu, berjanji akan menindak lanjuti kejadian yang saya alami salam waktu 14 hari kerja. Ternyata tidak sampai 14 hari, seminggu kemudian uang saya dikembalikan oleh BCA. Saat itu saya dihubungi oleh Call Center BCA untuk konfirmasi pengembalian uang saya. Meskipun memakan banyak waktu, setidaknya uang saya aman.

2. ATM Paspor BCA ditelan mesin.
Beberapa kali saya mengalami kejadian ini tapi tidak sering dan prosesnya menggantinya tetap sama. Membawa buku tabungan dan KTP. Beberapa tahun belakangan ini, BCA terus berinovasi menjaga keamanan data pribadi nasabah agar terjaga dan nyaman. Setiap saya ingin mengganti kartu paspor BCA, semua data saya lengkap mulai dari foto diri, tanda tangan dan pertanyaan menyangkut perihal pribadi untuk menjaga keamanan.

Belum lama ini, anggal 18 Oktober, paspor ku kembali tertelan. saat itu, aku usai mengambil uang dan lagilagi mengalami kartu ku tertelan. Di waktu yang sama sebenarnya aku terburu0buru dan tidak bisa berlama-lama. Aku percaya akan keamanan memakai BCA dan lagipula juga ada moblie banking, jadi masih bisa terbantu.

Tanggal 20 Oktober 2016, aku mencoba untuk melakukan transaksi M-Banking. Setelah berkali-kali, proses transaksi selalu gagal dan gagal. Balasannya selalu meminta segera hubungi Halo BCA.  Mau telepon tapi tidak punya pulsa, otomatis aku beralih membuka tiwtter dan mencari akun @HaloBCA . Aku mention akan kesalahan pada M-Banking. Baru saja mengirim mention dan melihat timeline, tibatiba ada balasan. Cepat sekali responnya, pikirku. Tanpa, basabasi aku membuka akunnya dan kita dapat mengirim pesan langsung tanpa harus saling sama-sama mengikuti. Ini baru namanya sebuah inovasi pelayanan terbaik bagi aku.
Dan kira-kira seperti inilah, percakapan aku dengan admin. Ada tiga hal yang ingin aku sampaikan kepada masyarakat akan inovasi pelayanan BCA saat ini : CEPAT, TANGGAP dan LUGAS. Bahkan, call center BCA dengan berbaik hati menghubungi saya sampai empat kali. Wah, benar-benar memberikan kenyamanan sekali untuk nasabahnya karena pelayanannya yang cepat dan tanggap.






Setelah mendapat pernyataan seperti itu, esok harinya saya pergi kecabang yang dekat dengan rumah saya. Tinggal jalan kaki, sudah sampai lima menit. Lagi - lagi saya semakin terkagum dengan pelayanan di Cabang semakin nyaman. Sekian kalinya saya datang ke cabang, untuk saat ini saya melihat ada tempat coffe break. Dimana, para nasabah yang menunggu antrian dapat menyeduh kopi atau teh. Jujur saya suka sekali yang seperti ini. Kalau sebelumnya, waktu luang menunggu saya dipanggil antriannya. Saya membaca-baca majalah "Prioritas" punya BCA.

Bagi saya, majalah ini sangat informatif tidak hanya berisi tentang perusahaan dan perekonomian saja. Akan tetapi, ada liputan mode, biografi, sampai tips-tips menarik yang disajikan. Ada majalah bagus dan seduhan teh gratis bercangkir-cangkir kita inginkan. Asal buat sendiri ya. Rasanya nyaman dan tidak penat menunggu. Kalau setiap ke bank BCA, aku jadi ngga akan terus sibuk di smartphone saja. Fasilitas yang ditawarkan akan membuat menunggu terasa tak lama.

Beberapa jam kemudian, setelah saya mengurus kartu BCA saya. Ada SMS masuk dari cabang BCA dekat rumah saya. Wah, BCA benar-benar serius ya dalam berusaha buat ceria nasabahnya. Jujur saya puas sekali sengan pelayanan customer service yang ramah dan supel serta fasiilitas yang diberikan untuk nasabah tanpa perbedaan.


Jadi, seperti itulah ceritaku dalam kompetisi akan My Experience with BCA


Kawa Daun Ayi Sakiek

lady's niss
Ayi Sakiek
            Tangannya kaku dan wajahnya begitu bersih bersinar dalam tidur panjangnya. Disekitarnya hanya terdengar suara orang-orang mengaji dan sesengguk tangis. Itu senyum terakhir yang dapat dilihat oleh Yarda. Wajah yang teduh setiap harinya dilihat, sebentar lagi akan terbenam bersama tanah merah. Hari ini aku tidak akan cerewet lagi akan kegemaranmu meminum kopi. Batin Yarda. Minuman yang sama-sama kita sukai.
            Pikiran kita sama, menyukai cairan berwarna hitam itu demi meningkatkan stamina atau menenangkan pikiran saat ada saja masalah. Sebelum aku melarangnya, kita suka sekali sama-sama curhat, berdiskusi ditemani kopi sachetan yang beli diwarung. Kita sama-sama suka kopi. Kita sama-sama membutuhkan ketenangan ditengah keramaian. Yarda menghentikan ketikannya di akhir kata keramaian.
 “Selera kopi lo, boleh juga Yar” Ebi membuka percakapan
“Ngga juga, gw lebih sering minum kopi sachetan, Bi” Yarda mengucap sambil sibuk dengan laptopnya
“Boong banget lo, gw aja baru tahu loh ternyata ada kopi terbuat dari daun”. “Seriusan”
Yarda menatap Ebi untuk meyakinkan.
“Masa sih lo lebih suka kopi warung?”
“Soalnya kopi yang gw mau relatif lebih mahal dari kopi recengan, belom ongkos kirimnya” Yarda masih menatap laptopnya.
Perlahan satu sama lain menemukan titik penatnya. Basa-basi yang dilontarkan masing-masing personal tidak memberikan hasil dari pertemuannya kali ini. Sebenarnya, saling merasakan ada kejanggalan dihati. Ebi sudah tahu, Yarda sangat menyukai kopi. Bahkan setiap jalan bersama, perempuan yang ada didekatnya ini sering memesan secangkir kopi. Hanya saja ia kehabisan topik pembicaraan. Keduanya saat ini tengah tenggelam dikesibukan masing-masing.
Terkadang, suasana romantis yang senyap ditemani lantunan lagu akustik memberikan nyawa tapi jika hati tidak nyaman semua terasa hambar. Apa-apa semua tergantung hati, dari kopi sampai cinta hanya dia yang berhak menilai. Padahal dia hanyalah segumpal daging tapi entahlah dia selalu dilibatkan. Dia selalu saja dibawa-bawa.
“Aku sayang sama kamu, sama seperti halnya rasa sayang kamu jika kopi tidak habis dalam cangkir” Ebi mendadak membuka obrolan kembali. Yarda masih tetap melanjutkan dirinya bersama laptop.
            Ebi menyayangi Yarda, ini kedua kalinya ia mengucapkan. Pertama saat ia mengungkapkan cinta. Kedua saat hubungan diujung tanduk. Rasa sayangnya kepada perempuan di hadapannya tidak dapat dihindari. Kopi memang memberikan rasa pahit dilidah tapi jika kamu rasakan dengan peka dia memberikan manisnya yang berbeda. Bagi Yarda, tak masalah diberikan bergelas-gelas kopi pahit itu lebih menenangkan dibandingkan satu cinta yang pahit untuknya.
“Aku rasa bagi kamu cinta dan kopi punya arti yang sama tapi ngga buat aku”
Yarda menurunkan layar laptopnya.
“kopi sama saja seperti cinta kan, pahit tapi tetap saja membuat nagih”
Yarda tersenyum tipis. Jika kopi disamakan cinta bisa saja, sudah pasti pahit tapi memberikan rasa ingin lagi dan lagi. Kopi dan cinta itu beda tipis, kopi dirasa lidah dan cinta dirasa oleh hati. Kopi memang satu tapi dia datang dari berbagai tempat. Sama sepertinya cinta, dia esa tapi dia bisa saja datang dari berbagai jiwa seseorang.
“Mah udah dong jangan ngopi mulu, ngga baik buat kesehatan” ucap Yarda kepada perempuan setengah baya disampingnya.
“Kamu ngelarang mama, tapi kamu sendiri sudah dua cangkir loh Yar. Mama sehari sekali kan”
“Tapi tetap ma, kata dokter jangan disering-seringin. Besok dua hari sekali deh”
“Karna kamu masih muda, jadi boleh dengan seenaknya ngopi? Nggak Yar!”
Disamping Ibunya, Yarda mencari-cari info manfaat kopi yang baik untuk kesehatan ibunya. Di Indonesia punya banyak kopi-kopi terbaik yang memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Salah satunya adalah Kopi Kawa Daun. Ya, kopi ini memang terbuat bukan dari biji tetapi daunnya. Minuman ini adalah khas dari tanah kelahiran ibunya, Padang.
“Mama tau kopi kawa daun?”
“Ya, Mama tau lah.. Itu ada di daerah bukit tinggi, dulu itu tempat nongkrong anak muda jaman mama”
“Jadi kalo pacaran, Mama kesana terus?” tanyaku ingin tahu lebih
“Itu kalo untuk sekedar kumpul-kumpul aja bersama teman-teman tapi lain halnya kalo bersama pacar”
“Kok bisa berbeda gitu Mah?” tanyaku lagi
“Bagi yang pacaran, datang ke warung kopi Atuak Saleh kalo masih ada ya, punya kenangan tersendiri Yar. Kenangan pahit sekaligus manis”
“Maksudnya pahit dan manis seperti apa Ma?”
“Manisnya, pas lagi kita berdua menikmati kopi sambil melihat hantaran pemandangan di sana”
Yarda begitu menyimak cerita Ibundanya.
“Pahitnya, disana selalu menjadi tempat untuk orang minta putus. Itu terkenal dengan tempat putus. Ada yang putus untuk menikah atau putus tidak melanjutkan hubungan.”
            Mendengar cerita ibunya, ada rasa penasaran dan keinginan Yarda untuk datang ke warung kopi Atuak Saleh. Tetapi belum tentu tempat itu masih ada. Dengar-dengar warung-warung kopi pinggiran Bukit Tinggi sana digusur dan pindah lokasi. Padahal sudah ada dari tahun 60-an. Terkenal pada tahun 70-an saat Mama masih remaja.
            Akan tetapi bukan itu sebenarnya yang menjadi pembahasan bagi Yarda. Dia menemukan beberapa artikel akan manfaat dari kopi Kawa Daun. Berbagai sumber mengatakan Kopi ini berkhasiat bagi penyakit kolesterol, darah tinggi, asam urat dan asma. Uniknya, kopi ini tidak memiliki ampas. Cara menikmatinya cukup direbus lalu kemudian saring dari daunnya. Ya itu tadi, kopi ini berasal dari kampung halaman Ibunda Yarda.
            Sedikit dongeng dari Ibundanya. Pada waktu masa penjajahan kolonial Belanda, rakyat minangkabau sangat menyukai kopi. Akan tetapi, hal itu dilarang karena kopi hanya diperuntukkan oleh orang-orang Belanda. Maka, cara lain rakyat menikmati kopi dengan mensangrai daun kopi lalu kemudian merebusnya. Ternyata, daun kopi pun tetap memberikan rasa dan aroma yang sama. Lalu mengapa dinamakan Kawa Daun, karena kopi ini dinikamti oleh masyarakat dibukit tinggi. Terkenal dengan kota dibawah kaki gunung atau dekat kawah gunung.
“Ada dulu mantan Mama, sampai menjuluki kopi itu Ayi Sakiak karena saat itu bukan kopi yang dia minum tapi air sakit” ucap Mama sambil tertawa mengenang masa lalunya.
“Papa pernah ngga, Mama bawa kesana atau pacaran disana?”
“Dulu sebelum pacaran kita kesana mulu, bareng pacar masing-masing eh pas pacaran udah ngga”
Aku tertawa lepas mendengar masa lalu Mama. Tak terasa kopiku sudah habis lagi dan aku berniat untuk membuat lagi.
“Kamu mau kemana ?” “Mau buat kopi, Ma” jawabku. Mama menarik kembali tanganku.
“Kamu tahu ngga Yar, menariknya ngopi itu. Meskipun sudah lalu habis, terus dia menyisakan ampas. Sama seperti hidup, terus termakan waktu tetapi dia menyisakan kenangan” ucap Mama sambil menyesap kopinya yang sudah habis. Lalu, memberkan gelasnya kepadaku.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Aku sayang kamu, banyak kepahitan yang terjadi, tapi kita tetap menjalaninya. Kamu mau kan maafin aku Yar?” ucap Ebi memecahkan lamunanku. Pandangan Yarda kali ini beralih kearah pemandangan. Sejenak ingin segarkan pikiran apa yang telah diucapkan laki-laki dihadapannya.
Berkali-kali mengatakan maaf dan sayang. Yarda harus bisa memtuskan untuk saat ini.
“Aku sengaja nyusul kamu ke Padang dan mengajak kesini karena dulu kamu ingin ngerasain kopi disini kan” Ebi tersenyum dalam rayuannya.
“Makanya kamu ngajak ngopi ya biar salah paham ya?” tanyaku membalas senyum.
“Iya kita ngopi biar enak ngomong hati ke hati nya”
Yarda sejenak terdiam dan memandang Ebi lagi.
“Kamu tahu ngga Bi, sepertinya kopi. Dia ngga perna mengkhianati setia rasanya untuk yang mencintainya”
“Maksud kamu?”
“Cukup terakhir kalinya dan sampai disini, rasa kopi menjadi Ayi  Sakiek. Maaf sulit bagi aku nerima kamu yang udah khianatin aku”
            Ma, Kopi Kawa Daun kini menjadi Ayi Sakiek bagi aku. Benar kata  Kopi Atuak Saleh mempunyai arti cerita sendiri akan kopi yang dicintai bagi penikmatnya.
\

BG dan BW

lady's niss
Keresahan ini datang ketika saya lagi stalking di twitter, beberapa media memberikan info yang saya anggap sangat panas. Bapak Presiden kita menunjuk BG (kita semua tahu) sebagai calon tunggal Kapolri. Hari selasa siang tanggal  12 Januari 2015, KPK mengumumkan bahwa calon yang diajukan Pak Presiden ini tersangkut kasus gratifikasi.

Sejak berita itu muncul, berbagai tanggapan polemik datang dari berbagai kalangan masyarakat, pemerintah, aktivis hingga terutama media. Mengapa terutama media? Jelas ini cukup bahaya. Kita semua tahu literasi media di masyarakat sudah mulai tinggi. Kemudahan akses berita mudah didapatkan tanpa harus memiliki smartphone.

Saya khawatir adanya beberapa media besar selalu mengolah kebenaran demi kepentingan pribadi maupun kelompok.  Apalagi produk yang dimiliki media besar ini cukup banyak, ada koran, online dan televisi. Jujur saya khawatir, tercipta stigma pikiran masyarakat terhadap suatu kebenaran.
Keresahan ini pernah saya tanyakan kepada dosen saya, dimata kuliah komunikasi politik saat itu sedang membahas materi propaganda politik. "Ibu, kita tahu masyarakat indonesia melek akan informasi semakin tinggi, kita cukup berbangga akan hal itu.Tapi bagaimana, jika kebaikan ini dimanfaatkan oleh sejumlah media untuk suatu hal kepentingan. Ini kan berbahaya bu, ini bisa menjadi penyakit sosial sekaligus jadi ajang adu domba bagi masyarakat" 

begitulah kurang lebih pertanyaan saya. Namun jawabnya cukup simpel tapi saya kurang puas dengan itu. "Carilah banyak-banyak referensi" .

Kembali pada hal sebelumnya, sejak pengumuman BG sebagai tersangka KPK mulai kisruh, semakin kisruh lagi ketika Pak Presiden yang saya hormati namun tak menghilangkan rasa kecewa saya begitu LAMBAN menanggapi. Belum lagi ada satu media yang dulu saya amat sukai, menjadi kompor meleduk ditengah permasalahan ini. Saya disalah satu siarannya di pagi hari mengatakan "Mengapa KPK baru sekarang mengumumkan setelah BG diajukan?" berbagai macam pernyataan disudutkan kepada KPK menganggap yang mengintervensi Jokowi mengangkat BG.

Hal itu membuat saya, greget! Selama beberapa hari saya waktu saya stalking berita lebih sering dari sebelum-sebelumnya. Gregetnya dalam hati, karena sejumlah tokoh-tokoh terpandang saja seperti rasanya tak didengar. Apalagi saya? dalam hati hanya bisa berdoa "Saya yakin KPK KUAT, saya yakin KPK tak akan Lemah"

Mereka adalah punggawanya koruptor !

Kalau saja..

lady's niss

Kalu saja aku tak punya harapan,
mungkin raga sudah ada didalam tanah.
Oleh pikiran yang terpecah, seakan tak ada arah..

Kalau saja, aku tak punya rasa suka,
bisa jadi saat ini kehidupan terlihat sangat biasa..
Begitu datar, seperti orang yang selalu putus asa..

Kalau saja, aku tak punya cinta..
( maaf, aku diam sejenak )
bisa jadi, bisa jadi sepertinya..
Hidupku tak merasakan apa itu duka dan bahagia..

Hanya 3 itu sepertinya yang ada di hati dan jiwa..
Tapi, sebentar ! aku memikirkan tiga hal itu .
Darimana datangnya harapan? suka? dan cinta?!

(saat ini menarik nafas dan merenung sejenak)
Hanya bayanga keluarga dan orang-orang tersayanglah!!
yang ada pada bayangan..

Kalau saja, aku tak punya keluarga
(pikirku lagi dan merenung lagi sejenak)
ada dua kemungkinan ..
bisa jadi hidupku, tak ditemani mereka.
Mereka seperti Harapan, Suka dan Cinta.
(pikirku lagi)
bisa jadi dirimu belum ditakdirkan hidup didunia.

entahlah, menghilanglah dan pergilah kesuntukan..

My spesial day

lady's niss

Hari ini adalah salah satu moment bahagia disetiap tahunnya ..
Lebih tepatnya kemarin, tanggal 16 Mei karena sekarang tanggal 17 Mei. Moment ini dimana, keluarga, saudara, sahabat dan teman-teman mendoakan yang baik-baik demi hidup yang lebih bahagia. Lumrahnya mendoakan, panjang umur, sehat selalu, sukses dan pokoknya memanjatkan agar kita semoga bahagia. semoga kebaikan dan kebahagian itu pun menyertai kalian semua yang mendoakan . Amin allahuma amin ..

Ada rasa sedih dan ada rasa bahagia sih, disaat ini. Kenapa? karena dimana umur yang udah kepala dua, mulai meniti karir, menghargai hidup dan tentunya menuju kedewasaan yang lebih matang. Jadi udah ngga ada lagi tuh, yang namanya main di "ceplokin"  atau bentuk surprise yang ngasih kue atau apalah yang namanya kejutan.

Jujur, ada rasa kangen dan ingin banget dikasih surprise .. hahaha (ngarep) .. Tapi, yang namanya sudah makin dewasa, yang makin susah untuk bagi waktunya atau punya kesibukan masing-masing.

Tapi, tetap aja tetap bahagia. Mereka yang masih mengingat dan memberikan doanya itu lebih dari cukup bahkan sangat amat lebih cukup. Moment-moment diberi kejutan seperti lempar telor, dibubuh tepung, ngga lupa campuran kecap dan saosnya kaya mau dibikin manusia teriyaki. Alhamdulillah dari SD, SMP, SMA bahkan sampai kuliah selalu diberikan moment itu ..
Sayang moment itu ngga pernah dibekukan dalam bentuk kertas. Moment itu hanya beku didalam kenangan. Moment itu hanya dilihat dari memori otak saja. Hehehe

Pokoknya bersyukur banget, bahagia banget, merasakan kenangan-kenangan itu .. Mulai sekarang, dan semoga untuk selanjutnya ingin menyimpan kenangan dimana orang mengingat hari spesial kita seterusnya yaitu mengucapkan selamat ulang tahun . hahaha

Ucapan-ucapan baik dari keluarga terutama kakak kandung cantik yg tinggal diturki, lalu saudara, sahabat dan teman-teman baik yang ngga semua dipost .. Terima kasih yah atas ucapannya , kalian adalah bagian kebahagiaan :*


Cerita dibalik secangkir kopi..

lady's niss
Sekedar ingin share percikan tulisan sore tadi..
#Diangkat dari pengalaman nyata
------------------------
Foto secangkir kopi ini punya cerita buat gw. Ceritanya saat ditraktir salah satu temen gw seorang cowok, yang susah banget ditemuin. Sebut saja namanya Acong. Dia ini pecinta kopi. Di akun socmednya, dia selalu posting beberapa foto dia lagi menikmati kopinya. Sampai akhirnya, gw sadar dia punya kopi favoritnya. Dia selalu posting kopi favoritnya, tapi ngga pernah kasih tau, kopi apa yg dia minum. Selalu nulis "me time with fav coffe" or "time to my lovely coffe" ..
Belum lama ini kita ketemuan, pas dia balik dari kantor. Suasananya pas banget di sore hari, orang-orang dikota lagi padat-padatnya keluar kantor beranjak pulang. Dia baru sadar, sore itu waktu yang indah. Ada senja, momen dimana kita bisa menikmati renungan hari kita. Jadi jangan cepet-cepet balik deh bagi orang-orang kantoran. Langit sore tuh indah loh.
Sudah-sudah lanjut mau cerita. Oh ya, kita ketemuan di sebuah kedai kopi, daerah mall Blok M.. Banyak bahasan yang kita obrolin. Kecuali tentang asmara! Kenapa?
Kurang lebih, seperti ini obrolan kita, sampai akhirnya tahu kopi favoritnya dia dan asmaranya..
+ "Nih, janji gw untuk traktir kopi favorit gw"
- "Widiiihh, mantap !! Kopi apa nih Cong? Lo beliin yg mahal kan?"
+ "Banyak tanya lu, Nis! Cobain aja dulu"
- "Eh unik yah, ada bau cabe-cabeannya gitu"
+ "Hahaha.. Lebay! Ngga salah namanya Cilay! Gimana suka ngga?"
-  "Ngga terlalu, ini kayanya kopi paling murah sih lo beliin"
+ "Anjir, senga emang lu, Nis.. Nih lihat harganya.." (ngeliatin bon)
- "Tuh kan harganya tiga belas ribuan!"
+ "Anak Pea! senga banget emang! Itu PPNnya, ngeselin!"
- " Oh gitu, kopi Luwak Arang, murah banget yah, 1 cangkir 6ribuan."
+ " Bodo amat lah Nis! suka-suka lu.. Engap gw"
- " Yaelah gitu aja sewot, tapi ikhlas ngga nih?"
+ " Beneran deh, salut gw, kalo ada cwok sama lu sampai saat ini"
- " Hahaha, Ada kok.."
+ " Siapa emangnya? pengen tahu gw"
- " Ya lo lah, yang ada sampai saat ini"
+ " Nis, pulang dah yuk, cepet-cepet deh yuk"
- " Loh kenapa? baru juga sebentar Cong.."
+ "Gw pengen minta diruqiyah, trus sholat tobat biar ngga kena aura susuk lo"
- " Waelaaaah, kalo suka juga gapapa.. Gw Jomblo kok"
+ "Gw rasa kopi lu dicampurin ciu deh sama bartendernya"
- " Hahaha, jangan terlalu dipikirin omongan gw, Cong"
+ "Pede banget lu Nis, siapa yang mikirin?"
- "Yah kali aja ya kan, tapi gw seneng loh"
+ "Tunggu lo lebih cantik lagi, gw baru mikirin lo deh"
- "Dih, emang seneng karena apaaan?"
+ "Emang apaan?"
- " Akhirnya lo ngasih tau juga kan kopi favorit lu, nih gw balikin.." (sambil balikin bon)
+ "Breng**sek emang nih cewek, bisa aja taktiknya"
- "Oh ya Makasih juga Cong, gw dibilang cantik sama lo"
+ "Pada dasarnya perempuan memang cantik Nis. dan itu gw terpaksa juga bilang lu cantik.."
- " Untung deh, kalo lu ucapin ikhlas.. artinya lo udah kena susuk gw"
+ " Hahaha, Pea! Kalo iya bener lo pake susuk, gw berterima kasih.. Akhirnya, gw bukan jatah adam lagi"
- Cilay Ceming bisa dibilang cengo (Diam, terus nikmatin kopi bau pedesnya ditambah celetukan dia pedes juga dengernya)
+ "Napa lu diem?"
- "Ngga apa'apa lu kebanyakan ngoceh, Haus kan gw.."
+ "Emang ngga salah lo dipanggil cilay!"
- (Dalam hati, gagal modus)
Sebatas itu udah ngga mau bahas lagi dan udah selesai . Bahas yang lain tentang apapun asal ngga bahasan yang tadi. Cukup sebatas itu, harapan gw luluh untuk belajar modusin cowok.
Cukup sudah, akhirnya gw tahu gw ngga bakat modusin cowok.
Orang ini rada oke juga, dia bilang kopi itu menarik. Kopi seperti pemancing inspirasi saat kita ingin berdiskusi. Hmmm okelah.. Bukannya kopi memang dikenal seperti itu yah?
"Dan lo sama halnya kaya kopi nis, pahit tapi nagih.. Banyak hal yang lo pancing selama kita berdiskusi"
Saat itu rasanya gw pengen nyari kabel vulgar, tegangan tinggi. Biar ngga kelihatan banget hati gw di setrum-setrum..
Tulisan dibuat saat penulis, dalam keadaan ngga menentu..

Rumah Singgah Waria

lady's niss





Kenapa orang-orang seperti mereka harus dijauhi ?
Bagaimanapun mereka memiliki "Hak"  memilih jalan hidup mereka ..
Terkadang ada yang mencetuskan kepada saya, mereka itu manusia yang menyalahi kodratnya .
perlu digaris bawahi "Menyalahi kodrat-Nya"
Kita bukan Tuhan yang bisanya menghakimi seseorang. Menyalahi atau tidaknya, bisa jadi ini memang jalan Tuhan, untuk mereka dijadikan pandangan masing-masing individu .
Dengan jelas saya, menulis judul Rumah Singgah Waria.
Maksudnya ini mereupakan rumah singgah bagi mereka yang terkucilkan dan terpinggirkan ..
Dari lingkungan sekitarnya hingga jeluarga kandung.

Berpikirlah logis, jika memang mereka menyalahi kodrat-Nya, bukan kah kita sebagai orang-orang dilingkungan harusnya mendekati dan membawa mereka, membenarkan kodrat-Nya?




nissamaida. Diberdayakan oleh Blogger.

About me

Labels

Entri yang Diunggulkan

Rumah Singgah Waria

Kenapa orang-orang seperti mereka harus dijauhi ? Bagaimanapun mereka memiliki " Hak "   memilih jalan hidup mereka ...

Popular Posts

Blog Archive

Labels

Tulisan

Popular Posts