Cerita dibalik secangkir kopi..

lady's niss
Sekedar ingin share percikan tulisan sore tadi..
#Diangkat dari pengalaman nyata
------------------------
Foto secangkir kopi ini punya cerita buat gw. Ceritanya saat ditraktir salah satu temen gw seorang cowok, yang susah banget ditemuin. Sebut saja namanya Acong. Dia ini pecinta kopi. Di akun socmednya, dia selalu posting beberapa foto dia lagi menikmati kopinya. Sampai akhirnya, gw sadar dia punya kopi favoritnya. Dia selalu posting kopi favoritnya, tapi ngga pernah kasih tau, kopi apa yg dia minum. Selalu nulis "me time with fav coffe" or "time to my lovely coffe" ..
Belum lama ini kita ketemuan, pas dia balik dari kantor. Suasananya pas banget di sore hari, orang-orang dikota lagi padat-padatnya keluar kantor beranjak pulang. Dia baru sadar, sore itu waktu yang indah. Ada senja, momen dimana kita bisa menikmati renungan hari kita. Jadi jangan cepet-cepet balik deh bagi orang-orang kantoran. Langit sore tuh indah loh.
Sudah-sudah lanjut mau cerita. Oh ya, kita ketemuan di sebuah kedai kopi, daerah mall Blok M.. Banyak bahasan yang kita obrolin. Kecuali tentang asmara! Kenapa?
Kurang lebih, seperti ini obrolan kita, sampai akhirnya tahu kopi favoritnya dia dan asmaranya..
+ "Nih, janji gw untuk traktir kopi favorit gw"
- "Widiiihh, mantap !! Kopi apa nih Cong? Lo beliin yg mahal kan?"
+ "Banyak tanya lu, Nis! Cobain aja dulu"
- "Eh unik yah, ada bau cabe-cabeannya gitu"
+ "Hahaha.. Lebay! Ngga salah namanya Cilay! Gimana suka ngga?"
-  "Ngga terlalu, ini kayanya kopi paling murah sih lo beliin"
+ "Anjir, senga emang lu, Nis.. Nih lihat harganya.." (ngeliatin bon)
- "Tuh kan harganya tiga belas ribuan!"
+ "Anak Pea! senga banget emang! Itu PPNnya, ngeselin!"
- " Oh gitu, kopi Luwak Arang, murah banget yah, 1 cangkir 6ribuan."
+ " Bodo amat lah Nis! suka-suka lu.. Engap gw"
- " Yaelah gitu aja sewot, tapi ikhlas ngga nih?"
+ " Beneran deh, salut gw, kalo ada cwok sama lu sampai saat ini"
- " Hahaha, Ada kok.."
+ " Siapa emangnya? pengen tahu gw"
- " Ya lo lah, yang ada sampai saat ini"
+ " Nis, pulang dah yuk, cepet-cepet deh yuk"
- " Loh kenapa? baru juga sebentar Cong.."
+ "Gw pengen minta diruqiyah, trus sholat tobat biar ngga kena aura susuk lo"
- " Waelaaaah, kalo suka juga gapapa.. Gw Jomblo kok"
+ "Gw rasa kopi lu dicampurin ciu deh sama bartendernya"
- " Hahaha, jangan terlalu dipikirin omongan gw, Cong"
+ "Pede banget lu Nis, siapa yang mikirin?"
- "Yah kali aja ya kan, tapi gw seneng loh"
+ "Tunggu lo lebih cantik lagi, gw baru mikirin lo deh"
- "Dih, emang seneng karena apaaan?"
+ "Emang apaan?"
- " Akhirnya lo ngasih tau juga kan kopi favorit lu, nih gw balikin.." (sambil balikin bon)
+ "Breng**sek emang nih cewek, bisa aja taktiknya"
- "Oh ya Makasih juga Cong, gw dibilang cantik sama lo"
+ "Pada dasarnya perempuan memang cantik Nis. dan itu gw terpaksa juga bilang lu cantik.."
- " Untung deh, kalo lu ucapin ikhlas.. artinya lo udah kena susuk gw"
+ " Hahaha, Pea! Kalo iya bener lo pake susuk, gw berterima kasih.. Akhirnya, gw bukan jatah adam lagi"
- Cilay Ceming bisa dibilang cengo (Diam, terus nikmatin kopi bau pedesnya ditambah celetukan dia pedes juga dengernya)
+ "Napa lu diem?"
- "Ngga apa'apa lu kebanyakan ngoceh, Haus kan gw.."
+ "Emang ngga salah lo dipanggil cilay!"
- (Dalam hati, gagal modus)
Sebatas itu udah ngga mau bahas lagi dan udah selesai . Bahas yang lain tentang apapun asal ngga bahasan yang tadi. Cukup sebatas itu, harapan gw luluh untuk belajar modusin cowok.
Cukup sudah, akhirnya gw tahu gw ngga bakat modusin cowok.
Orang ini rada oke juga, dia bilang kopi itu menarik. Kopi seperti pemancing inspirasi saat kita ingin berdiskusi. Hmmm okelah.. Bukannya kopi memang dikenal seperti itu yah?
"Dan lo sama halnya kaya kopi nis, pahit tapi nagih.. Banyak hal yang lo pancing selama kita berdiskusi"
Saat itu rasanya gw pengen nyari kabel vulgar, tegangan tinggi. Biar ngga kelihatan banget hati gw di setrum-setrum..
Tulisan dibuat saat penulis, dalam keadaan ngga menentu..

About the Author

lady's niss / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

nissamaida. Diberdayakan oleh Blogger.

About me

Labels

Entri yang Diunggulkan

Rumah Singgah Waria

Kenapa orang-orang seperti mereka harus dijauhi ? Bagaimanapun mereka memiliki " Hak "   memilih jalan hidup mereka ...

Popular Posts

Blog Archive

Labels

Tulisan

Popular Posts