Keresahan ini datang ketika saya lagi stalking di twitter, beberapa media memberikan info yang saya anggap sangat panas. Bapak Presiden kita menunjuk BG (kita semua tahu) sebagai calon tunggal Kapolri. Hari selasa siang tanggal 12 Januari 2015, KPK mengumumkan bahwa calon yang diajukan Pak Presiden ini tersangkut kasus gratifikasi.
Sejak berita itu muncul, berbagai tanggapan polemik datang dari berbagai kalangan masyarakat, pemerintah, aktivis hingga terutama media. Mengapa terutama media? Jelas ini cukup bahaya. Kita semua tahu literasi media di masyarakat sudah mulai tinggi. Kemudahan akses berita mudah didapatkan tanpa harus memiliki smartphone.
Saya khawatir adanya beberapa media besar selalu mengolah kebenaran demi kepentingan pribadi maupun kelompok. Apalagi produk yang dimiliki media besar ini cukup banyak, ada koran, online dan televisi. Jujur saya khawatir, tercipta stigma pikiran masyarakat terhadap suatu kebenaran.
Keresahan ini pernah saya tanyakan kepada dosen saya, dimata kuliah komunikasi politik saat itu sedang membahas materi propaganda politik. "Ibu, kita tahu masyarakat indonesia melek akan informasi semakin tinggi, kita cukup berbangga akan hal itu.Tapi bagaimana, jika kebaikan ini dimanfaatkan oleh sejumlah media untuk suatu hal kepentingan. Ini kan berbahaya bu, ini bisa menjadi penyakit sosial sekaligus jadi ajang adu domba bagi masyarakat"
begitulah kurang lebih pertanyaan saya. Namun jawabnya cukup simpel tapi saya kurang puas dengan itu. "Carilah banyak-banyak referensi" .
Kembali pada hal sebelumnya, sejak pengumuman BG sebagai tersangka KPK mulai kisruh, semakin kisruh lagi ketika Pak Presiden yang saya hormati namun tak menghilangkan rasa kecewa saya begitu LAMBAN menanggapi. Belum lagi ada satu media yang dulu saya amat sukai, menjadi kompor meleduk ditengah permasalahan ini. Saya disalah satu siarannya di pagi hari mengatakan "Mengapa KPK baru sekarang mengumumkan setelah BG diajukan?" berbagai macam pernyataan disudutkan kepada KPK menganggap yang mengintervensi Jokowi mengangkat BG.
Hal itu membuat saya, greget! Selama beberapa hari saya waktu saya stalking berita lebih sering dari sebelum-sebelumnya. Gregetnya dalam hati, karena sejumlah tokoh-tokoh terpandang saja seperti rasanya tak didengar. Apalagi saya? dalam hati hanya bisa berdoa "Saya yakin KPK KUAT, saya yakin KPK tak akan Lemah"
Mereka adalah punggawanya koruptor !
0 komentar:
Posting Komentar