VIVAnews - Kebanyakan manusia modern percaya dengan ungkapan 'waktu adalah uang'. Namun ungkapan itu tak akan pernah berlaku saat Anda pergi ke Rondonia, perbatasan antara Brazil dan Bolivia.
Sebab, percaya atau tidak, suku asli di sana, Amondawa, tak pernah mengenal konsep waktu. Mereka tak memiliki standar ukuran waktu untuk dihitung atau dibicarakan.
"Bagi suku Amondawa, waktu sama sekali tidak eksis," kata Profesor Chris Sinha, peneliti dari University of Portsmouth, kepada situs DailyMail.
Setelah meneliti suku itu selama delapan minggu, Sinha berkesimpulan bahwa suku Amondawa adalah suku yang memiliki 'kebebasan' terhadap waktu.
Mereka tak pernah mendiskusikan pekan depan, bulan depan, atau bahkan tahun depan. Sebab, bahasa mereka sama sekali tak punya kosa kata 'pekan', 'bulan', atau 'tahun'.
Bahkan tak satupun anggota suku itu yang memiliki umur. Dalam kehidupan sehari-hari, suku Amondawa cuma mengenal pembagian antara siang dan malam, atau musim hujan dan kering.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
nissamaida. Diberdayakan oleh Blogger.
About me
Mengenai Saya
Entri yang Diunggulkan
Rumah Singgah Waria
Kenapa orang-orang seperti mereka harus dijauhi ? Bagaimanapun mereka memiliki " Hak " memilih jalan hidup mereka ...
Popular Posts
-
Selamat datang 2014 !! Senangnya kita bisa bertemu saat ini. Aku harap kita bisa berteman baik, bahkan lebih baik lagi.. Lebih baik lagi da...
-
Ayi Sakiek Tangannya kaku dan wajahnya begitu bersih bersinar dalam tidur panjangnya. Disekitarnya hanya terdengar suara oran...
-
Keresahan ini datang ketika saya lagi stalking di twitter, beberapa media memberikan info yang saya anggap sangat panas. Bapak Presiden ki...
-
"Masa lalu, mengenal BCA" Berbicara sebagai nasabah BCA , saya memang memiliki banyak pengalaman suka-dukanya sebagai pengguna. S...
-
Hari ini adalah salah satu moment bahagia disetiap tahunnya .. Lebih tepatnya kemarin, tanggal 16 Mei karena sekarang tanggal 17 Mei. Momen...
-
Ini adalah Lokasi TPS 17 kelurahan Pabuaran, Banten.. Ini dia para petugas TPS 17 Pabuaran.. Pembacaan Sumpah para petugas *agar menja...
-
Kalu saja aku tak punya harapan, mungkin raga sudah ada didalam tanah. Oleh pikiran yang terpecah, seakan tak ada arah.. Kalau saja, aku ...
-
Mendengar perencanaan akan ada pembentukannya komunitas “Blogger ASEAN” untuk tahun 2015. Mungkin sebagian banyak masyar...
-
Tuhan menciptakan segala sesuatunya berbeda-beda. Bahkan tak habisnya manusia selalu dibuat berfikir dan berdecak kagum akan ciptaan-Nya. Y...
-
"Mengenang nostalgia, tentang perjuangan indah dalam sebuah dedikasi menempuh pendidikan . Selama satu bulan, kita sama-sama saling m...
Blog Archive
Tulisan
Popular Posts
-
Selamat datang 2014 !! Senangnya kita bisa bertemu saat ini. Aku harap kita bisa berteman baik, bahkan lebih baik lagi.. Lebih baik lagi da...
-
Ayi Sakiek Tangannya kaku dan wajahnya begitu bersih bersinar dalam tidur panjangnya. Disekitarnya hanya terdengar suara oran...
-
Keresahan ini datang ketika saya lagi stalking di twitter, beberapa media memberikan info yang saya anggap sangat panas. Bapak Presiden ki...
-
"Masa lalu, mengenal BCA" Berbicara sebagai nasabah BCA , saya memang memiliki banyak pengalaman suka-dukanya sebagai pengguna. S...
-
Hari ini adalah salah satu moment bahagia disetiap tahunnya .. Lebih tepatnya kemarin, tanggal 16 Mei karena sekarang tanggal 17 Mei. Momen...
-
Ini adalah Lokasi TPS 17 kelurahan Pabuaran, Banten.. Ini dia para petugas TPS 17 Pabuaran.. Pembacaan Sumpah para petugas *agar menja...
-
Kalu saja aku tak punya harapan, mungkin raga sudah ada didalam tanah. Oleh pikiran yang terpecah, seakan tak ada arah.. Kalau saja, aku ...
-
Mendengar perencanaan akan ada pembentukannya komunitas “Blogger ASEAN” untuk tahun 2015. Mungkin sebagian banyak masyar...
-
Tuhan menciptakan segala sesuatunya berbeda-beda. Bahkan tak habisnya manusia selalu dibuat berfikir dan berdecak kagum akan ciptaan-Nya. Y...
-
"Mengenang nostalgia, tentang perjuangan indah dalam sebuah dedikasi menempuh pendidikan . Selama satu bulan, kita sama-sama saling m...
0 komentar:
Posting Komentar