Al-Jihad "Sekolah Kedua Di MekarWangi"

lady's niss
"Mengenang nostalgia, tentang perjuangan indah dalam sebuah dedikasi menempuh pendidikan . Selama satu bulan, kita sama-sama saling memberi kenangan dalam dunia pendidikan."


Terbentuklah kami satu kelompok KKN (Kuliah Kerja Nyata) gabungan dari beberapa mahasiswa berbeda fakultas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Desa Mekarwangi, Cariu, Bogor. Lokasinya yang tak jauh, sekitar 65 KM dari Ibukota, bisa dikatakan cukup tertinggal. Saya bersama 17 teman lainnya melaksanakan KKN merupakan salah satu syarat untuk lulus.

Sampailah kami, tinggal di Desa Mekarwangi memulai sejumlah program kerja yang telah dirancang untuk desa ini. Pembuatan taman baca masyarakat dan pembuatan serta merenovasi beberapa MCK masyarakat merupakan program kerja kami. Mengajar di PAUD, SD dan beberapa TPA termasuk salah satu program kerja kami. Di hari awal kami melakukan ramah tamah ke rumah kepala desa Mekarwangi dan warga sekita. Di hari kedua, kami menelusuri sekolah dan TPA-TPA . Usai survey, kami semua membagi-bagi kelompok lagi untuk mengajar di beberapa TPA.

Saya, bersama lima teman saya yaitu Intan, Lutfan, Firli, Egi dan Mukti mendapat kesempatan mengajar Diniyah Takmiliyah Al-Jihad . Awalnya kami merasa resah dan iri karena tempat dimana kami mengajar cukup menyita banyak waktu dibandingkan dengan TPA lainnya 

Siang hari DT Al-Jihad layaknya seperti sekolah dasar pada umumnya, terdapat murid kelas 1 sampai 6  Mata pelajarannya pun seperti Madrasah Ibtidayah, seperti Hadist, Fiqih, Ulumul Qur'an, Bahasa Arab, dan Iqra. Kegiatan belajar mulai dari pukul 13.30 sampai 15.30. Waktu pulang pun diberlakukan sama untuk seluruh murid.


Al-Jihad tak cukup sampai itu, seusai magrib kegiatan berbubah menjadi pengajian. Para murid pun tidak hanya dari anak SD bahkan sampai SMA, maka dinamakanlah Pemda (Pengajian pemuda) Al-Jihad. Setiap hari selasa, kegiatan di isi dengan Muhadharah dan Malam jumat semua anak-anak juga pemuda melaksana yasinan.



Kami pun masih terbagi-bagi lagi mengajarkan beberapa kelas. Saya dan Intan,mengajarkan kelas 1 yang berjumlah 20 murid. Mukti dan Lutfan mengajarkan kelas dua yang berjumlah 32 murid. Firly mengajar kelas 3 berjumlah 12 orang dan kelas 4 berjumlah 10 orang. Terakhir Egi mengajarkan kelas 5 berjumlah 8 orang dan kelas 6 berjumlah 5 orang.

Ya, Diniyah Al-Jihad masih berusia lima tahun. Dua tahun yang lalu, Diniyah ini baru mendapatkan status resmi di Pemda Bogor, Cibinong. Namun berbeda dengan Pengajiannya yang lebih 10 tahun dari Diniyah.
suasana pengajian Al-Jihad


Namun, menarik bagi saya setelah beberapa hari mengajar. Ternyata bangunan berukuran dua petak ini berawal dari tanah wakaf Nenek Pengajar Tunggal di Al-Jihad. Kami semua memanggil Teteh Solihat. Ya, Teteh merupakan pengajar tunggal di sekolah Diniyah Al-Jihad. 
Selama satu bulan, kami membantu mengajar Diniyah dan Pemja bukan berarti ia vakum mengajar. Ia masih membantu kami disela-sela mengajar.

Teteh Solihat bersama muridnya

Sosoknya yang sederhana, lembut dan penyayang membuat Janda yang belum memiliki keturunan ini disayangi seluruh murid. Sebelum kami datang, Teteh satu-satunya guru yang mengajarkan dari kelas 1 sampai kelas 6. Manajemennya memberi pengajaran,tetap berjalan semesti jadwal yang ia buat untuk perkelasnya.


Dua minggu mengajar di Al-Jihad kelompok KKN kami menambahkan kembali proker yaitu mengajar di PAUD dan SDN Mekarwangi. Aku berkesempatan mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas 4,5 dan 6.Menarik sekali, selama saya mengajar, murid-murid unggul yang berprestasi ternyata murid di DT Al-Jihad.

Kembali lagi, terhadap sosok pengajar tunggal di Al- Jihad yaitu Teteh Solihat. Sebenarnya ia bukan pengajar satu-satunya di Diniyah Al-Jihad. Namun, beberapa pemuda didesa tersebut ada yang membantunya namun hanya di hari sabtu dan minggu. Menjadi guru satu-satunya yang mengajar dari hari senin sampai kamis, tak menyurutkan semangatnya mengajar. Ya, setiap hari jum'at sekolah ini diliburkan.
Suasana sekolah


Siang hari ia mengajar, kembali pada malam hari ia kembali mengajarkan mengaji. Mulai dari muridnya membaca Iqra sampai Al-Qur'an. Tak hanya mengaji yang ia ajarkan, setiap hari selasa sudah dijadwalkan anak-anak belajar muhadhoroh atau berdakwah. Lalu, setiap malam jum'at sudah dijadwalkan untuk melaksanakan yasinan bersama. Hampir semua murid datang dan membawa air minum dari rumah untuk didoakan bersama.



Setiap hari Teteh Soihat tidak merasa sepi, meskipun ditempat tinggalnya saat ini bedua bersama Ibundanya. Baginya murid Diniyah dan Pemja Al-Jihad semua sudah dianggap anak sendiri. 
Menarik sekali, sosok perempuan yang tangguh dan amat bersahaja ini. Ia tak pernah mematok ataupun memungut biaya untuk semua murid yang ingin belajar diAl-Jihad. Mulai dibayar Rp 2000/bulan sampai memberi beras untuknya. Bagi Teteh, yang terpenting adalah ia dengan senang hati menerima anak-anak yang niat ingin belajar di Al-Jihad. Ia paham betul, bagi anak yang sekolah lagi di Al-Jihad pasti akan lelah. Pada pagi harinya mereka sekolah di SD sampai siang hari, tak berapa lama kemudian mereka kembali belajar di Al-Jihad. Selepas Ashar mereka pulang, Lalu, sebelum adzan Maghrib berkumandang anak-anak sudah berkumpul kembali di Al-Jihad melakukan sholat jama'ah dan dilanjutkan mengaji sampai selepas Isya.

Meskipun hanya satu bulan, mengajar di Al-Jihad banyak sekali nilai-nilai serta pengalaman yang berharga. Jujur, saya malu jika mengaku lelah. Saya malu terhadap anak-anak Al-Jihad yang dari pagi sampai malam dituntut tak patah semangat menuntut ilmu. Lalu, Teteh yang sudah beberapa tahun mengajar di Al-Jihad ini sendiri tapi ia masih semangat tak mengenal lelah. Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari Guru kesayangan ini. Ia lihai dan hebat sekali bagi saya menumbuhkan anak-anak semangat belajar. 

Alhamdulillah, kelompok KKN kami dapat membantu memperbagus MCK di Al-Jihad dan membangunlahan kecil menjadi kantor. Semoga apa yang saya tuliskan di blog dapat menularkan semangat mengajar dan belajar. Semoga apa yang saya reportase kan dapat memberi manfaat bagi para pembaca. Terima kasih :)


About the Author

lady's niss / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

nissamaida. Diberdayakan oleh Blogger.

About me

Labels

Entri yang Diunggulkan

Rumah Singgah Waria

Kenapa orang-orang seperti mereka harus dijauhi ? Bagaimanapun mereka memiliki " Hak "   memilih jalan hidup mereka ...

Popular Posts

Blog Archive

Labels

Tulisan

Popular Posts