Mengenal Lebih Dekat Sang Proklamator

lady's niss


                Merayakan HUT Indonesia sepertinya kurang lengkap jika kita tidak berkunjung kerumah Presiden Soekarno. Selain berwisata kita juga sekaligus bisa mengenal lebih dalam Pahlawan Proklamator Indonesia. Berikut rumah-rumah yang ditempati oleh Bung Karno.

1.       Istana Gebang, Blitar.
Peninggalan-peninggalan didalam rumah yang terletak di Jalan Sultan Agung 59, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur ini masih terawat dan tertata rapi tanpa mengubah bentuk lamanya. Belum lama ini rumah tersebut telah dibeli oleh Pemkot senilai 35 Milyar dari dana APBD.
Sempat dipermasalahkan tentang sebenarnya dirumah rumah Soekarno pertama kalinya dan dilahirkan. Muncul berita dan pengklaiman bahwa rumah Presiden pertama RI berada di Surabaya. Namun sudah ada beberapa buku yang menerangkan bahwa kota kelahiran sekaligus tempat tinggal pertama kalinya, dan banyak masyarakat Indonesia tahu di Blitar.
Jika kita berkunjung ke Istana Gebang (sebutan popular) yang terdapat Blitar ini, kita merasakan suasana yang berbeda. Isi dan perlengkapan dalam rumah ini tidak satu pun berubah dari aslinya. Ruang tamu yang cukup luas, terdapat kursi-kursi, lemari serta perabotan didalamnya masih bagus model tempo dulu. Selain itu, alat elektronik seperti radi dan mesin ketik juga masih dalam keadaan bagus. Beberapa dokumen dan aset yang terdapat ini cukup banyak.


Ketika memasuki ruang kamar tidur ini, kita akan lebih merasakan denyut keberadaan Pak Soekarno. Di dalam kamar ini, kita bisa melihat beberapa foto Bung Karno. Ada foto, Beliau ketika ia sedang sungkem dengan Ibunya, foto-foto masa kecil dan bermain Beliau terpampang.
Lantas, jika kita sedang berwisata ke daerah Blitar akan lebih menyenangkan juka kita berkunjung ke Rumah Bung Karno ini. Pemkot Blitar, akan merencanakan Rumah dengan halaman seluas 1,4 Hektar ini akan segera direalisasikan, melihat banyaknya peminat pengunjung yang berdatangan ingin mengenal Presiden RI Pertama kita ini.

2.       Pandean, Surabaya.

Antara Rumah yang terdapat Pandean dan Blitar inilah yang pernah di perdebatkan. Namun setelah di telusuri, oleh seorang wartawan senior yaitu Peter A. Rohi. Kegigihan Peter mencari info yang menyatakan cukup menggemparkan masyarakat Indonesia. Ternyata, rumah yang dulunya ada dijalan Lewang Sekateng dan sekarang menjadi jalan Pandean, hanyalah rumah kontrakan yang terdapat di gang sempit.



Memang, saat ini Pemerintah Kota Surabaya sedang merencanakan rumah ini akan dijadikan museum.  Jika kita berkunjung ke daerah Pandean, disana kita bisa melihat bangunan-bangunan kuno pada masa jaman kolonial Belanda. Model, corak dan bentuk bangunannya masih terawat serta terlihat asli.

Walaupun ini masih direncanakan, Soekarno Institut telah mebuatkan prasati bergambarkan pak Soekarno. Sebagai bentuk peresmian yang menyatakan di daerah Pandean, Surabaya inilah sejarah sesungguhnya rumah Presiden RI pertama. Semenjak peresmian telah di kabarkan ke publik, mulai banyak pengunjung yang berdatangan  untuk menjawab rasa penasaran mereka.



 
3.       Bengkulu

Jika berkunjung ke daerah pariwisata Daerah Bengkulu, jangan lupa untuk berwisata ke Benteng Malborough bekas peninggalan jaman Belanda. Tak jauh dari sana kita dapat mengunjungi salah satu tempat perasingan Bung Karno. Awalnya rumah ini di tempati oleh orang keturuna Cina yang bernama Tan Eng Cian. Seorang pengusaha yang sebagai pemasok kebutuhan makanan pada kolonial Belanda. Rumah yang dibangun pada awal abad 20 ini, memilki luas secara keseluruhan sekitar 4 hektar.

Rumah perasingan yang merupakan bangunan utama ini, memang memilki arsip dan peninggalan yang cukup banyak. Mulai dari buku-buku, arsip-arsip penting termasuk sepeda tua, yang dimilki oleh Bung Karno masih terawat. Di sisi-sisi ruangan dalam rumah itu, kita akan melihat perabot-perabot tua seperti halnya sepasang kursi tua dan duplikat sepeda tua yang dimiliki Bung Karno.

Itu belum semua, para pengunjung juga akan menikmati peninggaln-peninggalan lainnya. Misalnya saja ada sebuah lemari yang berisikan pakaian-pakaian lama, serta terdapat kebaya yang sudah usang dan pudar. Disamping itu kita juga akan melihat beberapa Foto Bung Karno yang terpajang bersama kerabat-kerabatnya dan termasuk Foto bersama Ibu Fatimah.

Koleksi-koleksi buku yang terdapat di rumah ini, merupakan arsip sangat penting. Seperti ensiklopedia, buku sastra kalsik hingga data-data kelompok Jong Java. Selain itu terdapat banyak seragam kelompok Tonil Monte Carlo. Namun, seperti buku-buku dan arsip yang tersimpan, kondisinya sudah berlubang rusak parah akibat termakan usia. Begitu juga dengan pakaian-pakaian jaman dulu yang usang akibat tidak adanya pengatur suhu dan cahaya untuk melindungi dati pelapukan dan kerusakan.


About the Author

lady's niss / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

nissamaida. Diberdayakan oleh Blogger.

About me

Labels

Entri yang Diunggulkan

Rumah Singgah Waria

Kenapa orang-orang seperti mereka harus dijauhi ? Bagaimanapun mereka memiliki " Hak "   memilih jalan hidup mereka ...

Popular Posts

Blog Archive

Labels

Tulisan

Popular Posts