Sahabat sejatiku hilangkah dari ingatanmu, dihari kita saling berbagi.
Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu.
Tuk perlihatkan semua hartaku..
Kita selalu berpendapat, kini ini yang terhebat.
Kesombongan di masa muda yang didapat.
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Aku dan kamu darah abadi.
Pegang pundakku jangan pernah lepaskan.
bila kumulai lelah, lelah tak bersinar..
Pegangku pundakku jangan pernah lepaskan..
Bila kuingin terbang, terbang meninggalkanmu..
-------------------------------
Rumit rasanya berada ditengah antara sahabat-sahabat yang memiliki konflik terpendam tapi belum juga diselesaikan.
Di satu kubu lain, berpendapat bahwa si inilah yang salah. Kubu satunya lagi si itulah yang salah.
Satu sama lain saling merasa si ini yang salah, satu sama lain saling bilang si itulah yang benar.
Ingin rasanya kita sama-sama duduk bersama-sama. Bicarakan dimana kekeliruan itu muncul. Mencoba untuk mengetahui duduk perkaranya terlebih dahulu. Mengawali dengan pikiran positif dan kepala dingin.
Kita sudah sama sama dewasa, segala permasalahan itu bisa dibicarakan dan di diskusikan bersama. Bukan anak sd lagi yang bisanya diam-diam saja tak ada saling sapa satu sama lain.
Kalau seperti ini, dimana kenangan kita bersama saat berbagi, saat suka duka yang kita alami.
Hanya sampai ini kah kita mengenal satu sama lain?
Hanya sampai disinikah kita untuk bersama-sama?
sahabat....
aku sayang sama kalian, yang mau menemani saat duka..
Sahabat....
Aku kangen sama kalian, dimana kita saling berbagi kebahagiaan...
Sudahlah lupakan dendam satu sama lain,
Jauhkan dahululah rasa ego dan kesalmu itu?
Kalau tidak saat ini kita bicarakan?
Lalu, kapan lagi? hanya sampai sini kah kita bersahabat?
hanya sampai sini kah kita saling mengenal?
atau hanya sampai sinikah kita menjalin tali persaudaraan yang dulu kuat kini mulai mengikis putus?
Aku sadar, kalau memang ternyata bertambahnya usia kita kini.
Kita mungkin mulai merasa sudah tak sejalan, kita sudah tak merasa sependapat lagi..
Dan kita sudah merasa memiliki ideologi masing-masing.
Tapi setidaknya meskipun kita tak sesuai lagi, bukankah lebih baik tidak ada lagi perang dingin diantara kita?
seakan-akan kita tidak ada sulut api dendam dihati..
Saat ini hanya bisa nulis di blog, yah toh mencoba secara nyata pun ternyata tak ada gunanya..
Ucapanku hanya lah angin kecil yang dirasakan.
Selagi aku katakan, aku sayang sama kalian sahabat:)
"sahabatku pergi meninggalkanku, terbang tinggi ke awan...
Lupa daratan..
Ku pandangi sambil makan kacang,
kulit kacang kusimpan dan kujaga selalu"
*richard nd the gilis*
Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu.
Tuk perlihatkan semua hartaku..
Kita selalu berpendapat, kini ini yang terhebat.
Kesombongan di masa muda yang didapat.
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Aku dan kamu darah abadi.
Pegang pundakku jangan pernah lepaskan.
bila kumulai lelah, lelah tak bersinar..
Pegangku pundakku jangan pernah lepaskan..
Bila kuingin terbang, terbang meninggalkanmu..
-------------------------------
Rumit rasanya berada ditengah antara sahabat-sahabat yang memiliki konflik terpendam tapi belum juga diselesaikan.
Di satu kubu lain, berpendapat bahwa si inilah yang salah. Kubu satunya lagi si itulah yang salah.
Satu sama lain saling merasa si ini yang salah, satu sama lain saling bilang si itulah yang benar.
Ingin rasanya kita sama-sama duduk bersama-sama. Bicarakan dimana kekeliruan itu muncul. Mencoba untuk mengetahui duduk perkaranya terlebih dahulu. Mengawali dengan pikiran positif dan kepala dingin.
Kita sudah sama sama dewasa, segala permasalahan itu bisa dibicarakan dan di diskusikan bersama. Bukan anak sd lagi yang bisanya diam-diam saja tak ada saling sapa satu sama lain.
Kalau seperti ini, dimana kenangan kita bersama saat berbagi, saat suka duka yang kita alami.
Hanya sampai ini kah kita mengenal satu sama lain?
Hanya sampai disinikah kita untuk bersama-sama?
sahabat....
aku sayang sama kalian, yang mau menemani saat duka..
Sahabat....
Aku kangen sama kalian, dimana kita saling berbagi kebahagiaan...
Sudahlah lupakan dendam satu sama lain,
Jauhkan dahululah rasa ego dan kesalmu itu?
Kalau tidak saat ini kita bicarakan?
Lalu, kapan lagi? hanya sampai sini kah kita bersahabat?
hanya sampai sini kah kita saling mengenal?
atau hanya sampai sinikah kita menjalin tali persaudaraan yang dulu kuat kini mulai mengikis putus?
Aku sadar, kalau memang ternyata bertambahnya usia kita kini.
Kita mungkin mulai merasa sudah tak sejalan, kita sudah tak merasa sependapat lagi..
Dan kita sudah merasa memiliki ideologi masing-masing.
Tapi setidaknya meskipun kita tak sesuai lagi, bukankah lebih baik tidak ada lagi perang dingin diantara kita?
seakan-akan kita tidak ada sulut api dendam dihati..
Saat ini hanya bisa nulis di blog, yah toh mencoba secara nyata pun ternyata tak ada gunanya..
Ucapanku hanya lah angin kecil yang dirasakan.
Selagi aku katakan, aku sayang sama kalian sahabat:)
"sahabatku pergi meninggalkanku, terbang tinggi ke awan...
Lupa daratan..
Ku pandangi sambil makan kacang,
kulit kacang kusimpan dan kujaga selalu"
*richard nd the gilis*
