Bedah Film "Kisah 3 Titik" - LPM

lady's niss
Dalam rangka merayakan Ulang Tahun LPM Institute "Dies Natalis XXIX" , salah satu Unit Kegiatan Mahahasiswa (UKM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan bedah film "Kisah 3 Titik" . Salah satu film bioskop terbaik menurut saya (pribadi) dan ini memberi pandangan bagi saya tentang kehidupan realita yang terjadi di Indonesia. Salah satu realita kecil tentang kaum buruh wanita di negeri ini yang kita ketahui. Namun dari film ini saya memetik inspirasi dari peran Titik Tomboy (Maryam Supraba). Meskipun kita sebagai wanita yang dikenal lemah, tidak berarti kita harus lemah ketika kita di injak-injak dan tertindas oleh oleh penguasa besar.

 Film yang bercerita tentang 3 perempuan yang bernama Titik dengan berbeda kisah cerita. Berawal dari  Lola Amaria sebagai Titik Dewanti yang berperan sebagai salah satu Manager Sumber Daya Manusia di sebuah pabrik garmen besar di Ibukota. Dengan jabatan yang didudukinya ia berusaha untuk memperjuangkan kesejahteraan kaum buruh terutama wanita. Dalam perjuangannya ia ingin menciptakan suatu sistem dimana perusahaan dan karyawan buruh saling menguntungkan. Namun usahanya sia-sia, sifat atasannya yang begitu takut resiko kerugian pada perusahaan menolak proposal sistem kerja yang di ajukannya. Pihak perusahaan tetap pada pendiriannya yaitu Meraih untung sebesar-besarnya dan mengeluarkan modal sedikit-dikitnya yaitu tetap memberikan upah kecil pada karyan buruhnya.

Lalu, ada Ririn Ekawati sebagai Titik Sulastri memerankan janda beranak dua, yang harus berjuang susah payah untuk tetap bekerja di pabrik demi menafkahi kedua anaknya. Peran Titik yang juga sebagai penderita kanker cukup memberi rasa terenyuh Melihat bagaimana seorang ibu sekaligus penderita kanker harus berjuang melawan getir dan tekanan dari pabrik tempat ia bekerja tidak memberi tolerir buruh untuk cuti.

Dan terakhir Maya Supraba berperan sebagai Kartika atau disapa Titik Tomboy. Dari kecil ia hidup dalam lingkungan yang keras terlebih ayahnya seorang preman pernah mencoba untuk memperkosanya. Hal itu membuatnya pergi dan bekerja sebagai buruh pabrik rumahan. Sifatnya yang keras namun peduli terhadap sesamanya. Ketika tempat pabriknya bekerja, terpaksa harus PHK pegawainya tanpa di beri pesangon. Lalu, ia melihat sebagai gantinya memperkerjakan anak-anak SD dengan upah yang sangat kecil. Ini membuatnya tergerak untuk membangkitkan kesadaran sesamanya sebagai kaum buruh jangan mau diinjak-injak dan diperbudakan.

Diakhir film, memang tidak memperlihatkan bagaimana kelanjutan dari perjuangan ketiga wanita ini. Bagi saya cukup mengecewakan ketika melihat akhir filmnya. Tidak ada kebahagiaan dan tidak ada kelanjutannya. Film "Kisah 3 Titik" ini membuat saya berfikir . Realita ini belum berakhir dan tidak ada titik penyelesaiannya. Cerita mereka masih berkelanjutan di realita kehidupan sebenarnya. Dan entahlah seperti apa kisah selanjutnya Titik-titik yang sebenarnya diluar sana.

Namun inspirasi yang saya dapat memberikan pandangan ketika kita berada dikalangan atas dan bawah. Maksudnya, belajar dari Titik Dewanti karirnya yang memiliki karir bergengsi yaitu sebagai Manager HRD ia tetap memperhatikan ke ibaaan serta hak-hak kaum buruh yang harus diperjuangkan dan dibela. Ia memiliki semangat untuk mempersejahterakaan masyarakat kecil tanpa harus merugikan perusahaan.

Lalu dari Titik Tomboy saya belajar, meskipun kaum buruh dari masyarakat kecil bukan berarti mereka hidup untuk ditindas dan dirugikan. Mereka punya hak untuk tidak diperbudakan dan mendapat kelayakan upah ditengah tergencatnya perekonomian di negeri ini.

Film ini recomended sekali untuk masyarakat yang ingin melihat segelintir realita di negeri ini. Terutama untuk perempuan, saya harap jiwa emansipasi kita semua tergugah untuk melakukan sesuatu yang dapat merubah kebrobokan negeri ini. Saya mendapat jawaban dari film ini, "Hey para perempuan kemana suara dan aksimu, ayo sama-sama kita bangun negeri ini untuk lebih baik, setidaknya untuk lingkungan sekitarmu saat ini"

About the Author

lady's niss / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

nissamaida. Diberdayakan oleh Blogger.

About me

Labels

Entri yang Diunggulkan

Rumah Singgah Waria

Kenapa orang-orang seperti mereka harus dijauhi ? Bagaimanapun mereka memiliki " Hak "   memilih jalan hidup mereka ...

Popular Posts

Blog Archive

Labels

Tulisan

Popular Posts