Mengapa pemerintah begitu lamban, menanggapi kasus permasalahan ini melindungi warga negaranya? Mereka para TKI-TKI yang sebagian besar adalah perempuan. Maraknya perdagangan manusia yang korbannya sebagian besar wanita dan anak-anak. Meningkatnya angka kematian ibu bersalin. Bertambahnya anak-anak mengalami gizi buruk.Terlebih kesetaraan gender dan upah untuk pekerja wanita masih minim. Jelas sekali, jawaban dari permasalahan ini adalah wakil rakyat negeri ini harus didominasi oleh perempuan. Persoalan dinegeri ini bukan hanya tentang korupsi dan kesenjangan sosial budaya saja yang terjadi. Saatnya topangan dari kerja nyata wanita yang melakukannya dengan hati harus diperhitungkan. Bukankah mereka para Tenaga Kerja Indonesia yang didominasi wanita merupakan penyumbang devisa terbesar untuk negeri ini.Anak-anak akan menjadi bibit-bibit unggul untuk meneruskan membangun negeri ini. Para ibu yang berjuang demi kelangsungan hidup.
Sumber : Google.doc
Pernah saya sejenak membaca buku teman yang berjudul 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, pada halaman 102 berisi mengenai tentang tantangan terhadap negeri ini.Dari berbagai permasalahannya dan solusinya tidak tercantum untuk melindungi warga negara nya. Memang banyak soal permasalahan di negeri ini, lagi-lagi saya berpikir mengapa perlindungan setiap warga negaranya tidak diperhitungkan kedalam permasalahan buku tersebut. Seakan tidak ada pembahasan dan merupakan persoalan yang kecil. Rasanya seperti ketidak adilan yang dirasakan oleh kita para wanita dan anak yang menjadi korban ketidak pedulian para wakil rakyat yang didominasi oleh laki-laki. Padahal salah satu dalam 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara adalah Pancasila. Isi dari sila ke-lima adalah Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Saya berharap menjelang Pesta Demokrasi negeri ini yang akan diadakan tanggal 9 April 2014, para pemuda tidak banyak lagi yang golput. Semakin meningkatnya partisipan politik yang cerdas memilih wakil rakyat demi keberlangsungan bangsa ini semakin sejahtera, adil dan makmur. Masyarakat lebih paham akan literasi politik dan menyadari pentingnya kontribusi para perempuan yang nanti akan duduk di kursi DPR, DPRD dan DPD. Saya pernah mendengar pepatah tentang "Dibalik Negara yang Hebat, Pasti ada Wanita Hebat Mendukungnya". Dan saya percaya hal itu, wanita dikenal sebagai penenang, penyejuk bahkan penetralisir dalam suatu kehidupan. Perempuan tidak saja dibutuhkan dalam sebuah keluarga, dalan sebuah negara pun perlu adanya wanita.
kereeeen :D
BalasHapus